Profil
Nama Panggilan : Engkos atau Oos
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 15 Mei 1992
Warga Negara : Indonesia
Agama : Islam
Suku : Cirebon, Jawa Barat
Status : Lajang
Hobby : Berenang, Membaca Buku, dan Bernyanyi.
Saya terlahir dari Suku Jawa yang berada di Cirebon. Nama Engkos sendiri diadopsi dari nama Sahabat Ayah saya. Saya tinggal di Jakarta, dan menempuh pendidikan sekolah di Jakarta Pula. Sekolah Dasar saya di SDN KARET TENGSIN 13 PAGI, sebelum saya sekolah disana, saya sudah pernah sekolah di SDI Al-Abrar sampai kelas 3, selepas itu saya pindah sekolah di Pondok Pesantren Al-Awwabin Depok, Jawa Barat.
Setelah sekolah dasar lulus, saya melanjutkan sekolah di SMPN 38 Jakarta, sekolah tersebut masih bersebelahan dengan sekolah SDN saya. Di SMP saya berkecimpung di salah satu Organisasi yang cukup bagus, yaitu PALANG MERAH. Di Organisasi tersebut saya ditempatkan bagian kesehatan pijat terapis dan pengobatan luka kecil. Selama pendidikan SMP, saya banyak sekali bertemu dengan teman-teman yang super luar biasa, mulai dari yang ahli Matematika (Muhamad Rochmad), ahli mendapatkan cinta (Syarief Rachman Siqqik), dan masih banyak yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Sebenarnya tidak hanya di SMP saya mengikuti organisasi, di SD saya ikut menjadi Dokter Kecil dan Ikut Memainkan Musik Rebana namun saya lebih suka di bidang olah vokal Rebana. Dan di SD saya sempat mengikuti ajang perlombaan Rebana di Kecamatan serta Provinsi DKI Jakarta bersama Tim Group SD, dan Alhamdulillah perlombaan tersebut mendapat Juara 1 untuk kecamatan, dan untuk se-DKI Jakarta mendapat Juara 1 pula, dan itulah hadiah kebanggaan yang saya miliki sampai akhir hayat hidup saya.
Selepas SMP lulus, saya memasuki masa SMA dan melanjutkan di SMA Islam Said NaumTanah Abang Jakarta Pusat. Disana saya termasuk murid yang tidak suka bergaul dengan orang-orang berbeda pandangan dengan saya. Tetapi walaupun berbeda, saya merasa bahagia bisa mengenal mereka walau hanya singkat dalam kehidupan yang Fana. Disana saya mendapatkan Jurusan yang saya suka, yaitu IPA. Karena dulu saya bercita-cita ingin menjadi seorang Ilmuan, namun cita-cita tersebut harus pupus lantaran keterbatasan otak yang tidak mampu menembus sebuah pemikiran Ilmuan. Ya, masa remaja adalah masa dimana mencari jati diri. Jati diri seorang manusia yang belum kenal, siapa dirinya. Namun pada akhirnya, saya mendapatkan apa yang selama ini saya tidak pikirkan, namun inilah jati diri saya, dan saya berbeda dengan orang lain, selama berbeda tidak lupa untuk selalu berbuat baik pada siapapun, dan tidak mengacuhkan orang sedikitpun. Itulah yang menjadi ciri khas saya.
To Be Continue...

Komentar
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan Adab dan Sopan Santun, Jauhi debat dan provokasi. Terima Kasih